} Yao Ming - Rage Face Comics -->

INOVASI SI & NEW TECHNOLOGY - PERTEMUAN 2

 #1 Menulis Naskah Video Pembelajaran

Pengembangan konten media video pembelajaran sudah selayaknya diawali dengan penyusunan naskah. Naskah adalah tahapan rancangan atau pedoman dalam pengembangan konten media video pembelajaran, berisi urutan visual adegan, materi pembelajaran, serta kombinasi audio narasi, music, dan sound effect.   


Membuat naskah video pembelajaran diawali dengan mengidentifikasi siapa sasaran dan topik apa yang akan diangkat, kemudian menuliskan garis besar naskah ke dalam sebuah sinopsis dengan menguraikan alurnya secara terperinci.


Langkah pertama untuk menyusun naskah video pembelajaran adalah melakukan analisa kurikulum. Kegiatan ini dilakukan untuk menjabarkan Kompetensi Dasar (KD) yang ingin dicapai menjadi Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) yang lebih terukur.


Selanjutnya, IPK yang telah disusun dikembangkan menjadi Tujuan Pembelajaran yang akan dicapai oleh peserta didik. Tujuan Pembelajaran inilah yang kemudian dikembangkan menjadi materi pembelajaran yang akan menjadi sinopsis video pembelajaran.


Sinopsis merupakan ringkasan cerita yang diperlukan untuk memberikan gambaran secara ringkas dan padat tentang topik atau materi yang disampaikan secara keseluruhan dalam naskah video pembelajaran.

Dari sinopsis yang telah dibuat, selanjutnya dirancang skrip video yang merupakan uraian alur penyajian sebuah naskah video pembelajaran. Dengan sinopsis dan skrip inilah kita dapat mulai menulis naskah video pembelajaran.



Naskah video pembelajaran dapat disajikan dengan membuat tabel minimal tiga kolom berisi penjelasan visual dan audio yang akan ditampilkan. Kolom virual bisa berupa gambar, animasi atau cuplikan rekaman video. Sedangkan audio bisa berisi rekaman suara atau narasi, serta kombinasi musik dan sound effect.
Di atas tabel naskah, perlu juga dibuat identitas video pembelajaran. Minimal identitas video ini berisi judul, tujuan pembelajaran, materi pokok materi, penulis naskah dan durasi video yang akan dibuat.

Naskah video pembelajaran dapat dibagi menjadi 3 kegiatan utama, yaitu kegiatan pembuka, kegiatan inti dan kegiatan penutup, sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun.

Pada kegiatan pembuka, dapat berisi judul video pembelajaran yang dilengkapi identitas penyaji serta visualisasi awal yang menggambarkan keseluruhan video. Di bagian audio, dapat ditambahkan musik dan narasi pembuka yang menarik.


#2 Proses Rekaman Video

Idealnya, dalam proses rekaman diperlukan peralatan-peralatan seperti kamera, mic condenser atau audio recorder, tripod untuk meletakkan kamera agar tidak goyang, serta lighting untuk pencahayaan.

Untuk proses rekaman ini, guru dapat dibantu oleh seorang rekan yang akan menolong mengoperasikan peralatan rekaman yang akan digunakan. Jika proses ini akan dilakukan sendiri oleh guru, maka butuh effort tinggi untuk konsentrasi pada hal teknis pengoperasian peralatan dan perekaman video serta penyampaian narasi.

#3 Proses Editing Video

Proses Editing Video adalah proses memadukan penggalan-penggalan rekaman video dan audio menjadi satu kesatuan video yang utuh. Proses editing ini juga dilakukan untuk menambahkan gambar, animasi maupun teks keterangan yang disebut dengan caption.

Untuk melakukan proses editing video harus menggunakan aplikasi atau software video editor. Beberapa software yang dapat digunakan di antaranya adalah Movie Maker, Kinemaster, VideoPad, Filmora, dan lain sebagainya.

Aplikasi atau Software video editor ini dapat diperoleh secara gratis. Namun biasanya, software versi gratisan ini menampilkan watermark dari nama software yang digunakan.

Selanjutnya, jika diperlukan, hasil kemasan akhir video pembelajaran yang telah melalui proses editing, dapat di unggah pada channel YouTube milik guru. Dengan mengunggah ke YouTube sebenarnya akan memudahkan pengiriman video ke peserta didik hanya melalui link video YouTube.

Pengiriman dengan menggunakan link YouTube ini akan lebih efisien karena biasanya video akhir akan membutuhkan kapasitas penyimpanan yang besar. Mengirim langsung video kepada peserta didik tentu akan membutuhkan ruang penyimpanan file yang besar.

Demikian 3 langkah utama dan beberapa tips yang bisa saya berikan. Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat menjadi saran dan masukan bagi rekan-rekan guru yang akan membuat video pembelajaran.


MASDARUL IHSAN

17120011

2KA20

Tidak ada komentar:

Posting Komentar