#1 Menulis Naskah Video Pembelajaran
Pengembangan konten media video pembelajaran sudah selayaknya diawali dengan penyusunan naskah. Naskah adalah tahapan rancangan atau pedoman dalam pengembangan konten media video pembelajaran, berisi urutan visual adegan, materi pembelajaran, serta kombinasi audio narasi, music, dan sound effect.
Membuat naskah video pembelajaran diawali dengan mengidentifikasi siapa sasaran dan topik apa yang akan diangkat, kemudian menuliskan garis besar naskah ke dalam sebuah sinopsis dengan menguraikan alurnya secara terperinci.
Langkah pertama untuk menyusun naskah video pembelajaran adalah melakukan analisa kurikulum. Kegiatan ini dilakukan untuk menjabarkan Kompetensi Dasar (KD) yang ingin dicapai menjadi Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) yang lebih terukur.
Selanjutnya, IPK yang telah disusun dikembangkan menjadi Tujuan Pembelajaran yang akan dicapai oleh peserta didik. Tujuan Pembelajaran inilah yang kemudian dikembangkan menjadi materi pembelajaran yang akan menjadi sinopsis video pembelajaran.
Sinopsis merupakan ringkasan cerita yang diperlukan untuk memberikan gambaran secara ringkas dan padat tentang topik atau materi yang disampaikan secara keseluruhan dalam naskah video pembelajaran.
Dari sinopsis yang telah dibuat, selanjutnya dirancang skrip video yang merupakan uraian alur penyajian sebuah naskah video pembelajaran. Dengan sinopsis dan skrip inilah kita dapat mulai menulis naskah video pembelajaran.
#3 Proses Editing Video
Proses Editing Video adalah proses memadukan penggalan-penggalan rekaman video dan audio menjadi satu kesatuan video yang utuh. Proses editing ini juga dilakukan untuk menambahkan gambar, animasi maupun teks keterangan yang disebut dengan caption.
Untuk melakukan proses editing video harus menggunakan aplikasi atau software video editor. Beberapa software yang dapat digunakan di antaranya adalah Movie Maker, Kinemaster, VideoPad, Filmora, dan lain sebagainya.
Aplikasi atau Software video editor ini dapat diperoleh secara gratis. Namun biasanya, software versi gratisan ini menampilkan watermark dari nama software yang digunakan.
Selanjutnya, jika diperlukan, hasil kemasan akhir video pembelajaran yang telah melalui proses editing, dapat di unggah pada channel YouTube milik guru. Dengan mengunggah ke YouTube sebenarnya akan memudahkan pengiriman video ke peserta didik hanya melalui link video YouTube.
Pengiriman dengan menggunakan link YouTube ini akan lebih efisien karena biasanya video akhir akan membutuhkan kapasitas penyimpanan yang besar. Mengirim langsung video kepada peserta didik tentu akan membutuhkan ruang penyimpanan file yang besar.
Demikian 3 langkah utama dan beberapa tips yang bisa saya berikan. Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat menjadi saran dan masukan bagi rekan-rekan guru yang akan membuat video pembelajaran.
MASDARUL IHSAN
17120011
2KA20

Tidak ada komentar:
Posting Komentar